SST 67 2 Rasa-rasanya jantung Risang akan terlepas dari tangkainya, ia sudah menjebak Tanah Perdikannya sendiri kedalam bencana yang sangat besar. Hanya karena Risang, Kepala Tanah Perdikan Sembojan menjadi kecewa ketika ia mengetahui bahwa gadis yang dicintainya telah menerima lamaran laki-laki lain. Dan laki-laki lain itu adalah adiknya sendiri. Sinar matahari yang mulai temaram, justru… Lanjutkan membaca Sayap sayap terkembang 67 2
Sayap sayap terkembang 67 1
SST 67 1 RISANG menjadi bingung sesaat, ia tidak mengerti maksud ibunya. Apalagi ketika ia melihat sorot mata ibunya yang menghunjam langsung kejantungnya, sementara dari pelupuknya nampak titik-titik air yang meleleh dipipinya. “Ibu” desis Risang. Namun sekali lagi Nyi Wiradana itu berkata, ”Perintahkan sediakan kudaku. Cepat.” “Tetapi ibu akan kemana?” bertanya Risang. “Aku akan melihat Tanah… Lanjutkan membaca Sayap sayap terkembang 67 1
Sayap sayap terkembang 66 2
SST 66 2 Risang tidak menemui hambatan apapun di perjalanan. Namun Risang yang didera oleh kegelisahannya itu masih sempat juga sekali-sekali berhenti untuk memberi kesempatan kudanya beristirahat, minum dan makan. Dengan demikian maka perjalanan Risang rasa-rasanya menjadi lebih cepat dari perjalanan-perjalanan yang pernah ditempuhnya. Namun kudanyalah yang menjadi letih. Seperti yang tertera dalam surat pribadi… Lanjutkan membaca Sayap sayap terkembang 66 2